Langsung ke konten utama

Postingan

SATGAS PASTI HENTIKAN KEGIATAN UNIVERSAL PEAK DAN BAFI GROUP INDONESIA

  Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menghentikan kegiatan usaha Universal Peak yang diduga melakukan penipuan dengan modus investasi saham serta BAFI Group Indonesia yang menawarkan jasa penyelesaian permasalahan pinjaman   online   dan kartu kredit tanpa izin dari otoritas yang berwenang. Universal Peak mengklaim sebagai bagian dari entitas Universal Peak Investment Inc., yaitu entitas yang berizin di Colorado. Universal Peak diduga melakukan penipuan dengan modus investasi dengan skema penyetoran deposit untuk melakukan investasi saham dan saham   Initial Public Offering   untuk memperoleh keuntungan.  Universal Peak diduga memberikan alokasi pembelian saham IPO fiktif secara acak dan kepada para anggotanya. Berdasarkan hasil klarifikasi dan verifikasi, diketahui bahwa Universal Peak tidak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melakukan kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan izin yang diterbitkan oleh Kementer...

Bank Indonesia menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%

  Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan  BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,   suku bunga   Deposit Facility   sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga   Lending Facility   sebesar 25 bps menjadi 6,50%.   Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah  pre-emptive  untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah.  Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan (“ pro-growth "). Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.  Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turu...

Bursa Efek Indonesia mencermati saham PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS)

  Bursa Efek Indonesia mencermati saham PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS)  dalam nomor surat Peng-UMA-00200/BEI.WAS/06-2026. Dalam surat tersebut dijelaskan dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini  menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity).  Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.  Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 12 Juni 2026 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (”Bursa”) perihal penjelasan atas volatilitas transaksi.  Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham RGAS tersebut, perlu di sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.  Oleh karena itu para Investor diharapkan untuk:  a. Memperhat...

Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Key Opinion Leader (KOL) yang Menawarkan Pedagang Aset Keuangan Digital Tidak Berizin

  Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) telah menghentikan kegiatan yang dilakukan oleh beberapa   Key Opinion Leader   (KOL)   di Indonesia yang menawarkan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) tidak berizin (ilegal). Satgas PASTI telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah KOL untuk meminta penjelasan dan klarifikasi atas dugaan keterkaitan dengan PAKD tidak berizin.  Sebagai tindak lanjut, beberapa KOL tersebut telah melakukan  take down  serta penyesuaian atas konten yang memuat penawaran PAKD tidak berizin. Dalam penyampaian informasi di sektor jasa keuangan, Satgas PASTI menegaskan agar KOL tidak mempublikasikan atau mempromosikan PAKD tidak berizin.  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan daftar PAKD sebagai rujukan utama dan dapat ditegaskan bahwa pihak yang tidak tercantum dalam daftar tersebut bukan merupakan pihak yang berizin dan/atau diawasi oleh OJK sehingga berpotensi menimbulkan kerugian bagi ...

Merdeka Gold Resources Rencana Pencatatan Saham di Bursa Efek Hong Kong (HKEX).

  PT Merdeka Gold Resources Tbk (“Merdeka Gold Resources” atau “Perseroan”; IDX: EMAS)  rencana pencatatan sahamnya di Bursa Efek Hong Kong (HKEX).  Dukungan tersebut mencerminkan kepercayaan investor internasional terhadap prospek jangka panjang Tambang Emas Pani di Gorontalo, salah satu proyek emas terbesar yang saat ini tengah dikembangkan di Asia.  Investor utama tersebut mencakup Wanguo Gold Group Limited dan CNGR (Hong Kong Material Science & Technology) Co. Limited, serta perusahaan perdagangan komoditas terkemuka seperti Mercuria Holdings (Singapore) Pte. Ltd., Trafigura Pte. Ltd., Glencore International AG, dan Intera Mining Investment Limited (sepenuhnya dimiliki oleh JCHX Mining Management Co Ltd).  Sementara itu, investor keuangan mencakup Ping An of China Asset Management (Hong Kong) Company Limited, GF (Guangfa) Fund Management Co., Ltd., Eurus Holdings SPC (ORIX), Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, dan Wind Sabre Fund SPC. ...

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk membagikan dividen Juli 2026

  Dalam keterbukaan informasi Bursa Effel Informasi, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC, Persero) dalam Rapat Umum Pemegang Saham  Tahunan menyebutkan  PCC menetapkan pembagian dividen final sebesar Rp205,21 miliar atau 80% dari laba bersih. Nilai tersebut setara Rp112,85 per lembar saham, meningkat 20,87% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini didukung oleh fundamental keuangan yang kuat, status debt-free company, serta transformasi operasional yang konsisten dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas terminal. Sepanjang 2025, IPCC mencatatkan pertumbuhan volume yang signifikan: kendaraan CBU naik 11,76%, alat berat naik 24%, hingga truk dan bus yang melonjak 46,32% secara year-on-year. Inovasi layanan seperti Value-Added Services seperti long storage/port stock, layanan PDC (pre-delivery centre), Inland Transportation, hingga implementasi digitalisasi pada terminal baik internasional dan domestik, turut memperkuat posisi IPCC sebagai terminal kendaraan te...

Pemberlakuan Izin Usaha Di Bidang Penilai Kerugian Asuransi Sehubungan Perubahan Nama PT Pandu Halim Perkasa Menjadi PT Pandu Halim Perkasa Adjuster

  Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan telah memberikan pemberlakuan izin usaha di bidang Penilai Kerugian Asuransi sehubungan perubahan nama PT Pandu Halim Perkasa menjadi PT Pandu Halim Perkasa Adjuster melalui KEP-292/PD.02/2026​ pada tanggal 15 Juni 2026. Perubahan nama tersebut mulai berlaku sejak tanggal d​itetapkannya Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan tersebut. Dengan diberikannya pemberlakuan izin usaha perusahaan, PT Pandu Halim Perkasa Adjuster diwajibkan agar dalam menjalankan kegiatan usaha selalu menerapkan praktik usaha yang sehat dan senantiasa mengacu kepada peraturan perundangan yang berlaku.

Pencabutan Izin Pembentukan Unit Syariah PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk

  Sehubungan dengan telah selesainya proses penyelesaian portofolio kepesertaan unit syariah PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sebagai tindak lanjut dari penghentian kegiatan usaha syariah PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk, dengan ini diumumkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan telah mencabut izin pembentukan unit syariah PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk sebagai berikut: Nomor: KEP-285/PD.02/2026 Tanggal  : 11 Juni 2026  Tentang   : Pencabutan Izin Pembentukan Unit Syariah PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk beralamat di 18 Parc Place, Sudirman Central Business District (SCBD), Tower B, Lantai 8 Suite A, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 52-53, RT 005, RW 003, Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta 12190. Dengan dicabutnya izin pembentukan unit syariah PT Asuransi Maximus Graha Persada, PT Asuransi Maximus Graha...

PT Jasa Berdikari Logistics dapat pendanaan dari BNI

 Dalam laporan keterbukaan Bursa Efek Indonesia, Dalam Rapat Umum Pemegang Sahan Tahunan  PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (JBL,LAJU, Persero) menyebutkan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2025, Perseroan menginformasikan pada tahun 2025, pendapatan perseroan sebesar Rp213,73 miliar atau naik sebesar Rp25,81 miliar (+13,73%) dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp187,92 miliar.  Peningkatan ini didorong oleh peningkatan volume pengiriman dari pelanggan existing, optimalisasi rute distribusi untuk meningkatkan utilisasi armada, serta kontribusi dari pelanggan baru.  Di samping itu, nilai aset Perseroan tumbuh sebesar 2,12%, dari Rp233,96 miliar pada 31 Desember 2024 menjadi Rp238,91 miliar pada 31 Desember 2025. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari penambahan armada kendaraan operasional guna mendukung ekspansi bisnis.  Perseroan mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp5,34 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,...

PT Indokripto Koin Semesta Tbk laba Tahun Buku 2025 ditahan

  PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), perusahaan   holding   ekosistem perdagangan aset kripto pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025 .  Rapat menyetujui seluruh mata acara yang diagendakan, dengan sorotan utama tertuju pada komitmen Perseroan terhadap penguatan tata kelola dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dalam salah satu mata acara, RUPST menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan Tahun Buku 2025 untuk dibukukan sebagai laba ditahan dan cadangan umum. Keputusan ini diambil sejalan dengan upaya memperkuat struktur permodalan Perseroan. Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Ade Wahyu mengungkapkan, langkah strategis dan  prudent  tersebut untuk menjaga likuiditas, memperkuat infrastruktur kedua perusahaan anak, yaitu PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), serta memastikan ketahanan operasional di tengah dinamika pasar a...

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk terbitkan obligasi

  Untuk melunasi sebagian hutang kepada perbankan, PT Japfa Comfeed Tbk (JAPFA, Persero) menerbitkan obligasi senilai Rp 500 milyar. Bunga obligasi  dibayarkam setiap 3 bulan sedangkan untuk penawaran awal 15 - 22 Jui 2026, dan penawaran umum tanggal 30 Juni hingga1 Juli 2026 Dalam laporan tahun buku 2025,  JAPFA membukukan penjualan neto sebesar Rp60,72 triliun, meningkat dari Rp55,80 triliun pada tahun sebelumnya.  Laba usaha turut naik menjadi Rp6,18 triliun dari Rp5,06 triliun, sementara laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp4 triliun, tumbuh signifikan dari sekitar Rp3,02 triliun pada 2024.  Peningkatan kinerja ini juga tercermin pada laba per saham (EPS) yang naik dari Rp260 menjadi Rp344 per saham.  Dari sisi neraca, total aset Perseroan meningkat menjadi Rp40,06 triliun dan ekuitas naik menjadi Rp20,02 triliun, mencerminkan fundamental keuangan yang semakin kuat. Direktur JAPFA, Leo Handoko, menyatakan bahwa ...

MB Investment Management Pte. Ltd menjual saham PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR)

  Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia : LK/16062026/0001/1 perihal :  Laporan Kepemilikan Saham.  Dalam laporan  disebutkan  MB Investment Management Pte. Ltd. (MBIM)  adalah perusahaan holding investasi swasta yang berbasis di Singapura menjual 200.000,00 saham PT CYBR - ITSEC ASIA Tbk seharga Rp 600 persaham pada tanggal 11 Juni 2026. Jumlah Saham Sebelum Transaksi:: 3.533.267.714,00 Unit,Hak Suara Sebelum Transaksi:26,243%, kemudian Jumlah Saham Setelah Transaksi :: 3.533.067.714,00 Unit,Hak Suara Setelah Transaksi:: 26,238% Di pasar Indonesia, MBIM sangat aktif, terutama sebagai pemegang saham pengendali utama atau pemegang saham institusional substansial  di  PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) , sebuah perusahaan keamanan siber Indonesia PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) didirikan pada tahun 2010 di Jakarta, dengan dua kantor regional di Singapura dan Australia. Perusahaan ini menawarkan layanan keamanan siber kepada para k...

PT Nusa Palapa Gemilang Tbk Laba Bersih Naik 45,4%

  PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (IDX: NPGF,Perseroan) berhasil membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih yang signifikan.  Di tengah dinamika industri pertanian dan perkebunan nasional, Perseroan berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat fondasi bisnis untuk mendukung pengembangan usaha di masa mendatang. Direktur Utama NPGF, Ujang Suparman, menyampaikan bahwa capaian tahun 2025 merupakan hasil dari konsistensi Perseroan dalam memperluas jangkauan pasar, memperkuat jaringan distribusi, serta meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. "Tahun 2025 menjadi periode penting bagi Perseroan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Kami terus memperluas penetrasi pasar, memperkuat hubungan dengan pelanggan, serta meningkatkan efektivitas operasional guna mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan," ujar Ujang Suparman. Sepanjang tahun 2025, NPGF mencatatkan penjualan sebesar...

Metropolitan Kentjana Tbk laba bersih untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025,

  Dalam keterbukaan Bursa Efek Indonesia mendapat kiriman dari Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI, Persero) mengenai surat nomor 0528R/CS/MK/VI/2026 perihal Ringkasan Risalah Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan. Dalam merujuk pada surat Perseroan nomor 0439/CS/MK/V/2026 tanggal 20 Mei 2026, Perseroan menyampaikan hasil penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham dan menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, yaitu sebesar Rp.1.122.186.200.010,- (Satu Triliun Seratus Dua Puluh Dua Miliar Seratus Delapan Puluh Enam Juta Dua Ratus Ribu Sepuluh Rupiah) digunakan untuk:  1. Dibagikan sebagai Dividen tunai sebesar Rp 950,- (sembilan ratus lima puluh Rupiah) per lembar saham atau Rp.900.784.300.000,- (Sembilan Ratus Miliar Tujuh Ratus Delapan Puluh Empat Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah) Net dan memberikan kuasa kepada Direksi untuk menetapkan tata cara pembagian dividen tunai tersebut sesuai ketentuan yang berlaku di bidan...

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk sukses di Dubai

  PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk kian agresif mendorong pertumbuhan kinerja yang solid dan sustain. Hingga April 2026,  Perseroan mencatatkan kinerja positif diantaranya Perseroan membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp382 triliun tumbuh 17,90% (YOY) dan dari sisi pembiayaan, BSI berhasil menumbuhkan double digit atau 15,59% (YOY) mencapai Rp332 triliun. Kinerja yang solid mampu mendorong pertumbuhan asset BSI mencapai Rp452 Triliun tumbuh 12,17% year on year.  Selain ditopang oleh dana murah dan pembiayaan yang sehat, kinerja Perseroan solid didorong bisnis di Indonesia dan mancanegara. BSI semakin agresif memantapkan posisinya sebagai bank syariah terbesar untuk ekspansi menembus pangsa Internasional.  Sejak 2022 lalu BSI telah memiliki Kantor Cabang di Dubai, UAE. Langkah ini menjadi awalan Perseroan menembus pangsa pasar global terutama di kawasan Timur Tengah. Direktur Treasury & International Banking BSI Firman Nugraha mengatakan "Melihat po...

UTANG LUAR NEGERI INDONESIA APRIL 2026 TETAP TERJAGA

  Posisi ULN Indonesia pada April 2026 tercatat sebesar 439,8 miliar dolar AS, atau secara tahunan tumbuh sebesar 1,9% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 1,0% (yoy). Dilihat dari data yang dikeluarkan Bank Indonesia ,p osisi ULN pemerintah pada April 2026 sebesar 216,4 miliar dolar AS, atau secara tahunan tumbuh sebesar 3,7% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 3,8% (yoy).  Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh posisi pinjaman luar negeri yang tumbuh melambat.  Sementara itu, aliran modal masuk asing pada Surat Berharga Negara (SBN) tetap mencatatkan  net inflow   yang mencerminkan terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.  Sebagai salah satu komponen dalam instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor produktif dengan tetap memperhatika...