PT Super Bank Indonesia Tbk (IDX: SUPA; “Superbank”), bank dengan layanan digital yang didukung oleh Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank dan GXS, mencatatkan kinerja keuangan yang kuat pada Kuartal I 2026 dengan membukukan Laba Sebelum Pajak (Profit Before Tax) sebesar Rp100 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pencapaian ini menegaskan keberlanjutan momentum pertumbuhan Superbank pasca IPO pada Desember 2025, sekaligus mencerminkan efektivitas strategi bisnis digital berbasis ekosistem yang dijalankan secara disiplin dan prudent.
Tigor M. Siahaan, Presiden Direktur Superbank, menyampaikan, “Kinerja kuartal pertama ini menunjukkan bahwa strategi kami dalam membangun bank dengan layanan digital berbasis ekosistem semakin memberikan hasil yang nyata. Pertumbuhan yang kami capai tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas, dengan fundamental yang semakin kuat serta didukung oleh tingkat kepercayaan nasabah yang terus meningkat. Kami juga melihat momentum pertumbuhan ini akan terus berlanjut, didukung oleh fundamental yang kuat serta permodalan yang solid dengan CAR di level 84,1%, sambil tetap menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui penerapan prinsip kehati-hatian,”
Kinerja positif pada Kuartal I 2026 didorong oleh pertumbuhan yang kuat di berbagai lini bisnis.
Total aset meningkat 70,54% secara tahunan (YoY) menjadi Rp23,9 triliun, seiring dengan penyaluran kredit yang mencapai Rp11,4 triliun atau tumbuh 50,34% YoY.
Pertumbuhan kredit ini mencerminkan keberhasilan penetrasi layanan digital melalui kolaborasi dengan mitra strategis dan penyaluran produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS).
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 103,89% YoY menjadi Rp14,4 triliun, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Superbank.
Kinerja intermediasi juga turut mendorong profitabilitas, dengan Pendapatan Bunga Bersih (NII) meningkat 90,97% YoY menjadi Rp504 miliar. Return on Equity (ROE) juga meningkat menjadi 4,13%, mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang semakin baik.
Di saat yang sama, efisiensi operasional terus membaik, tercermin dari penurunan Cost to Income Ratio (CIR) menjadi 57,19%, sementara kualitas aset tetap terjaga dengan NPL Gross di level 2,10%.
Pertumbuhan pesat Superbank pada Kuartal I 2026 semakin menegaskan kekuatan model bisnis berbasis ekosistem, di mana integrasi dengan platform digital seperti Grab dan OVO menghadirkan layanan yang seamless dan relevan dengan kebutuhan nasabah. Didukung oleh inovasi produk seperti OVO Nabung by Superbank,
Kartu Untung bersama KakaoBank, serta Pinjaman Atur Sendiri (PAS) yang tersedia melalui Grab dan OVO, Superbank berhasil mempercepat akuisisi nasabah sekaligus meningkatkan aktivitas transaksi secara signifikan.
Sejak peluncuran layanan digital pada Juni 2024, Superbank telah melayani lebih dari 6 juta nasabah, dengan transaksi harian melampaui 1 juta transaksi per hari, mencerminkan kuatnya engagement dan kepercayaan nasabah.
Memasuki sisa tahun 2026, Superbank akan terus mengakselerasi pertumbuhan melalui inovasi teknologi, pendalaman penetrasi di segmen ritel dan UMKM, serta optimalisasi sinergi dalam ekosistem digital untuk memperluas akses layanan keuangan secara inklusif.
Superbank merupakan brand baru menggantikan Bank Fama Internatonal, Kini Bank yang berdiri di Bandung, 5 Maret 1993, pada tahun 2021 beralih kepada Grup Emtek yang diwakili oleh PT Elang Media Visitama dan PT Nusantara Berkat Agung.

Komentar
Posting Komentar