Langsung ke konten utama

PT Indika Energy Tbk menjadwalkan melepas 7,5 lembar saham

Dalam laporan keterbukaan Bursa Efek Indonesia menyebutkan PT Indika Energy Tbk menjadwalkan  melepas 7,5 lembar saham hasil pembelian kembali tahun 2020, mulai tanggal 11 Mei hngga 5 Juli 2026.Namun  belum memastikan haga jualnya,

Sebelumnya,  PT Indika Energy Tbk. (Perseroan) merilis Laporan Keuangan konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025.Perseroan berhasil menjaga profitabilitas dengan mencatatkan Laba Bersih sebesar US$ 6,0 juta dan memperkuat struktur permodalan melalui efisiensi biaya yang disiplin.

Sepanjang tahun 2025, Indika Energy merealisasikan belanja modal (capex) sebesar US$ 139,0 juta.

Sejalan dengan strategi diversifikasi, sebesar 95,4% atau US$ 132,6 juta dari total capex dialokasikan untuk sektor non-batubara, terutama pengembangan proyek pertambangan emas Awak Mas dan ekspansi bisnis hijau. 

“Di tengah dinamika pasar batubara tahun 2025, Indika Energy tetap fokus pada efisiensi operasional dan mempercepat transformasi portofolio ke bisnis yang lebih berkelanjutan. Capaian laba bersih ini didukung oleh langkah strategis menurunkan beban biaya dan memperkuat fundamental keuangan,” tutur Azis Armand, Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy

Di tahun 2025, Indika Energy membukukan Pendapatan sebesar US$ 2.030,9 juta, atau turun 17,0% dibandingkan US$ 2.446,7 juta pada tahun 2024. 

Penurunan Pendapatan Perseroan terutama disebabkan oleh menurunnya harga jual FOB batubara rata-rata Kideco di tahun 2025 menjadi sebesar US$ 49,9 per ton dibandingkan US$ 53,9 per ton pada tahun sebelumnya. 

Volume penjualan Kideco di tahun 2025 mengalami sedikit penurunan 0,9% menjadi 30,8 juta ton – dimana 12,8 juta ton diantaranya atau sebanyak 41,5% dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri atau melebihi ketentuan 25% Domestic Market Obligation (DMO). Oleh karenanya, Pendapatan Kideco turun 12,8% menjadi US$ 1.611,7 juta dibandingkan US$ 1.848,1 juta pada tahun 2024.

Anak-anak perusahaan Indika Energy lainnya seperti Indika Indonesia Resources (IIR) dan Tripatra juga mencatat penurunan pendapatan. 

Pendapatan IIR menurun sebesar 60,7% menjadi US$ 75,2 juta, dibandingkan US$ 191,2 juta di tahun 2024, yang terutama disebabkan karena menurunnya kontribusi dari perdagangan batubara, dan masih tercatatnya pendapatan dari Multi Tambangjaya Utama (MUTU) hingga Februari 2024. 

Di tahun 2025, volume penjualan menurun 76,3% menjadi 0,9 juta ton. Sementara itu, volume penjualan dari perdagangan non-batubara meningkat secara signifikan sebesar 4.241% menjadi 0,5 juta ton. 

Di tahun 2025, IIR mulai mengembangkan perdagangan non-batubara, termasuk bauksit, silika, dan nikel. Tripatra juga mencatat penurunan pendapatan 3,1% menjadi US$ 242,8 juta, disebabkan oleh lebih rendahnya pendapatan yang dicatat pada tahun 2025,

Pada tahun 2025, Laba Kotor Perseroan menurun 18,8% menjadi US$ 270,3 juta, dari sebelumnya US$ 332,7 juta di tahun 2024. 

Beban Penjualan, Umum dan Administrasi tercatat turun 10,7% menjadi US$ 155,9 juta di tahun 2025 dari sebelumnya US$ 174,6 juta di tahun 2024 – terutama dikarenakan penurunan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terkait Kideco, penurunan biaya pemasaran sejalan dengan penurunan pendapatan Kideco, dan penurunan G&A terutama biaya profesional karena penurunan jumlah proyek yang melibatkan konsultan. 

“Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Indika Energy dalam mempercepat transisi. Dengan memprioritaskan investasi pada sektor emas dan energi bersih, kami melangkah mantap menuju struktur portofolio yang lebih tangguh dan berimbang di masa depan,” tambah Azis




 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...