Langsung ke konten utama

Bank Danamon mencatatkan pertumbuhan laba bersih periode berjalan sebesar 35%

 PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon”, BEI: BDMN), anggota MUFG, grup jasa keuangan global,  mengumumkan kinerja keuangan dan operasional konsolidasiannya pada dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026 (“1Q2026”). 

Danamon mencatatkan pertumbuhan laba bersih periode berjalan sebesar 35% dan pertumbuhan 12% pada pendapatan operasional sebelum pencadangan, dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya (“year-on-year”), setelah memperhitungkan dampak dari implementasi PSAK 338.1 

Pertumbuhan profitabilitas ini didukung dengan pertumbuhan 9% year-on-year pada total kredit dan trade finance konsolidasian,2 serta pertumbuhan 16% year-on-year pada total simpanan konsolidasian.


Nobuya Kawasaki, Direktur Utama Danamon, menjelaskan, “Danamon mengawali tahun 2026 dengan kinerja keuangan yang kuat, dengan mencatatkan pertumbuhan pada penyaluran kredit, penghimpunan dana, serta profitabilitas, serta tetap menjaga kualitas aset dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Dengan arahan strategis untuk Tumbuh Bersama sebagai Satu Grup Finansial, Danamon berkomitmen tetap menjadi penyedia solusi finansial yang mendapatkan kepercayaan nasabah, serta terus dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia.”

Dalam sisi intermediasi keuangan, pada tanggal 31 Maret 2026, Danamon membukukan total kredit dan trade finance2 konsolidasian sebesar Rp216,2 triliun, tumbuh 9%1 year-on-year


Pertumbuhan ini ditopang oleh pertumbuhan kredit 11% pada lini bisnis Enterprise Banking & Financial Institution, 9% pada lini bisnis SME Banking, 7% pada lini bisnis Consumer Banking, dan 5% pada lini bisnis Adira Finance.1


 Pada sisi penghimpunan dana, Danamon membukukan total rekening giro, rekening tabungan (current account and savings account atau CASA) dan deposito konsolidasian sebesar Rp176,1 triliun, tumbuh 16% year-on-year.

Dalam sisi profitabilitas, sepanjang 1Q2026 Danamon membukukan pendapatan operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit atau PPOP) konsolidasian sebesar Rp2,6 triliun, tumbuh 12% year-on-year.1 


Dengan perbaikan sebesar 13% year-on-year pada biaya kredit (cost of credit), Danamon membukukan laba operasional konsolidasian sebesar Rp1,6 triliun. Laba bersih periode berjalan konsolidasian3 pada 1Q2026 adalah sebesar Rp1,1 triliun, tumbuh 35% dibandingkan tahun sebelumnya.1 Dalam sisi rentabilitas, Danamon membukukan margin bunga bersih (net interest margin atau NIM) sebesar 7,6%.

Pertumbuhan pada sisi intermediasi keuangan dan profitabilitas tersebut dicapai dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Per 31 Maret 2026, Danamon mencatatkan rasio loan at risk (LAR) sebesar 8,2%, lebih baik 2,4 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.1 Rasio NPL bruto pada waktu yang sama adalah sebesar 1,6%, 30 basis poin lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.1 Danamon juga mencatatkan rasio cakupan NPL (NPL coverage ratio) sebesar 290,6%, meningkat 8,3 poin persentase dibandingkan dengan tahun sebelumnya.1


Seiring Danamon terus mengimplementasikan prioritas strategisnya, yang mencakup fokus pada sejumlah ekosistem bisnis prioritas, serta investasi untuk memperkuat kapabilitas inti pada perbankan digital, branding, sumber daya manusia, dan transformasi kantor cabang, Danamon mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang 1Q2026.

Pada ekosistem otomotif, Danamon mencatatkan pertumbuhan 36% year-on-year1 pada penyaluran pinjaman sinergi (synergy loan) Danamon bersama dengan Adira Finance. 


Pertumbuhan pada ekosistem otomotif tersebut didukung oleh sejumlah inisiatif kunci, khususnya dukungan Danamon bersama dengan Adira Finance dan MUFG pada penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) Jakarta 2026 pada 5-15 Februari 2026. Pada acara tersebut, lebih dari 580.000 pengunjung IIMS Jakarta 2026 mendapatkan kesempatan memanfaatkan beragam solusi finansial dari Danamon, termasuk KPM Prima, produk pembiayaan kolaborasi Danamon dan Adira Finance. Pada IIMS Jakarta 2026, Danamon mencatatkan pertumbuhan volume transaksi sebesar 9% year-on-year.

Nasabah Danamon terus memanfaatkan berbagai solusi perbankan digital yang ditawarkan Danamon yang tersedia melalui D-Bank PRO maupun Danamon Cash Connect. D-Bank PRO, aplikasi perbankan digital Danamon untuk nasabah retail, mencatatkan pertumbuhan jumlah transaksi sebesar 31% year-on-year, dan pertumbuhan nilai transaksi sebesar 39% year-on-year


Danamon terus melakukan sejumlah peningkatan pada aplikasi D-Bank PRO untuk meningkatkan kenyamaan nasabah, termasuk melalui fitur-fitur baru seperti pengalaman onboarding yang terpadu untuk nasabah kartu kredit, fitur pelaporan pajak yang dapat diunduh, serta peningkatan pada antarmuka dan pengalaman pengguna (UI/UX). Danamon Cash Connect, aplikasi perbankan digital 


Danamon untuk nasabah korporasi, mencatatkan pertumbuhan nasabah pengguna sebesar 24% year-on-year, serta pertumbuhan 11% year-on-year baik pada jumlah transaksi maupun nilai transaksinya.

Jaringan Danamon yang tersebar di seluruh Indonesia didukung kantor-kantor regional yang menjadi pusat kegiatan bisnis Danamon pada region masing-masing. 


Sepanjang 1Q2026 Danamon menyelenggarakan berbagai acara pelibatan nasabah (customer engagement) lewat kantor-kantor cabangnya. 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...