Langsung ke konten utama

PT ESSA Industries Indonesia Tbk akan menghentikan Banggai Ammonia Plant

Dalam laporan Bursa Efek Indobesia nomor 0108/LT/EII-EXT/2026 menyebutkan PT ESSA Industries Indonesia Tbk (Perseroan) bersama ini menginformasikan bahwa fasilitas Banggai Ammonia Plant (BAP) yang dioperasikan oleh PT Panca Amara Utama, anak usaha Perseroan, akan melaksanakan penghentian operasional sementara untuk pemeliharaan terjadwal (prescheduled plant maintenance) yang dijadwalkan berlangsung selama sekitar 5 minggu, mulai tanggal 6 Mei 2026. 

Kegiatan pemeliharaan terjadwal yang dilakukan Perseroan merupakan bagian dari komitmen Perseroan untuk menjaga untuk menjaga keandalan dan kinerja optimal fasilitas produksi, meskipun kegiatan pemeliharaan tersebut akan berdampak pada penurunan produksi amoniak. 

Rencana pemeliharaan terjadwal ini juga sejalan dengan yang sebelumnya telah disampaikan dalam Public Expose dan RUPS Tahunan Perseroan Tahun 2025. 

BAP adalah salah satu fasilitas Pabrik Amoniak paling efisien di dunia yang menggunakan KBR Reforming Exchanger System & Purifier Technology. Pemeliharaan terjadwal ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kinerja dan keandalan operasional BAP di masa mendatang

Banggai Ammonia Plant (BAP) adalah pabrik amoniak milik PT Panca Amara Utam, anak usaha  PT ESSA Industries Indonesia Tbk di Sulawesi Tengah yang diklaim sebagai salah satu yang terfisien di dunia, menggunakan teknologi KBR Reforming Exchanger System & Purifier. BAP menghasilkan amoniak, utamanya untuk bahan baku pupuk (urea, NPK, ZA), industri kimia, dan berpotensi menjadi pelopor amonia hijau.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...