Langsung ke konten utama

ITM TETAPKAN DIVIDEN TUNAI 2025 SEBESAR USD115 JUTA

 PT Indo Tambangraya Megah Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (”Rapat”) pada hari Jumat, 17 April 2026. 

Rapat membahas dan menyetujui lima mata acara termasuk diantaranya pengesahan Laporan Keuangan Perusahaan Tahun Buku 2025, penetapan pembagian dividen final kepada pemegang saham dan persetujuan atas perubahan susunan Dewan Komisaris Perusahaan. 

Rapat menyetujui Laporan Tahunan Perusahaan Tahun Buku 2025, termasuk Laporan Keberlanjutan 2025 dan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris sekaligus mengesahkan Laporan Keuangan Perusahaan Tahun Buku 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto dan Rekan, bagian dari jaringan global firma PwC, sesuai dengan Laporannya tertanggal 25 Februari 2026. 

Selain itu, Rapat juga memberikan pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan atas pengurusan dan pengawasan yang dilaksanakan selama Tahun Buku 2025. 

Pada mata acara kedua, Rapat menyetujui dan menetapkan penggunaan laba bersih Perusahaan Tahun Buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang tercatat sebesar USD191 juta. 

Rapat kemudian memutuskan untuk menetapkan total dividen tunai kepada pemegang saham pada Tahun Buku 2025 sebesar USD115 juta, atau setara dengan rasio pembayaran sebesar 60% dari laba bersih Perusahaan Tahun Buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perusahaan. Sebesar USD50 juta atau setara dengan Rp738 per saham telah didistribusikan kepada pemegang saham sebagai dividen interim tunai pada tanggal 26 November 2025 dan sisanya sebesar USD65 juta akan didistribusikan dalam bentuk dividen tunai pada tanggal 19 Mei 2026 kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 29 April 2026. 

Adapun sisa keuntungan bersih Perusahaan akan ditambahkan pada Laba Ditahan guna mendukung pengembangan bisnis Perusahaan.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) adalah perusahaan yang didirian tahun 1987 dengan fokus enerdi terintegrasi.

Beroperasi di Kalimantan, ITMG terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak 2007, dan sedang bertransisi menuju bisnis lebih hijau, termasuk pengembangan solar rooftop dan akuisisi nikel


.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

SANKSI ADMINISTRATIF TERHADAP PT BANK NEO COMMERCE TBK

  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan ini mengumumkan hasil pengawasan atas kasus pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon oleh PT Bank Neo Commerce Tbk.  Dengan mempertimbangkan fakta dan informasi yang diperoleh dari pengawasan, OJK menetapkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I kepada PT Bank Neo Commerce Tbk Bank ini terbukti melakukan pelanggaran ketentuan Pasal 11 ayat (1) POJK Nomor 21/POJK.04/2021 tentang Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek, karena tidak melakukan kegiatan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak memperoleh surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dari OJK.  Dengan dibatalkannya surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I tersebut di atas, maka PT Bank Neo Commerce Tbk:  1. dilarang melakukan kegiatan ...

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...