Barito Pacific Tbk. (“Barito Pacific”, “BRPT” atau “Perusahaan”) merilis laporan keuangan konsolidasi yang belum diaudit untuk tiga bulan pertama tahun 2026:
Agus Pangestu, Direktur Utama Perusahaan menyatakan bahwa menyebutkan“Kuartal pertama tahun 2026 berlangsung di tengah latar belakang yang sangat dinamis dan tidak pasti, ditandai dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan tajam harga minyak global. Di tengah volatilitas ini, kilang kami mencatatkan kinerja operasional triwulanan tertinggi, yang menghasilkan hasil yang tangguh dan menggarisbawahi kekuatan aset inti kamiPada Maret 2026, Perusahaan melaporkan pertumbuhan EBITDA yang kuat sebesar 288% YoY, mencapai rekor tertinggi kuartalan sebesar US$567 juta.
Hal ini terutama didorong oleh margin penyulingan yang sangat kuat di operasi Singapura dan, didukung oleh peningkatan selisih harga regional, optimalisasi produk yang lebih baik, dan pengadaan bahan baku yang disiplin.
Keuntungan ini lebih dari mengimbangi volatilitas yang berkelanjutan di segmen petrokimia.
Bersama dengan peningkatan produksi dari segmen energi, hal ini mendorong kinerja laba bersih yang kuat, dengan pendapatan konsolidasi sebelum pajak meningkat secara signifikan menjadi US$271 juta (+803% YoY).
Dan juga diumumkan keberhasilan akuisisi jaringan SPBU Esso di Singapura, yang telah sepenuhnya dikonsolidasikan ke dalam pendapatan sejak kuartal pertama tahun 2026.
Di bidang energi, Star Energy memperkuat platform panas buminya dengan keberhasilan penyelesaian retrofit Wayang Windu pada kuartal pertama tahun 2026, meningkatkan kapasitas terpasang menjadi 926 MW.PT Barito Renewables Tbk (IDX: BREN) baru saja merampungkan penambahan kapasitas pada pembangkit listrik Wayang Windu Unit 1 dan Unit 2 yang dioperasikan oleh anak usaha Star Energy Geothermal.Penambahan ini melengkapi serangkaian peningkatan kapasitas yang dilakukan sejalan dengan rencana pertumbuhan yang telah ditetapkan.Pada bulan Oktober 2023, kapasitas terpasang panas bumi adalah sebesar 886 MW. Setelah itu BREN melakukan serangkaian peningkatan kapasitas melalui retrofitting maupun unit Salak binary dengan tambahan total kapasitas sebesar 40 MW sehingga mencapai keseluruhan saat ini 926 MW.Sepanjang 2025, BREN telah memproduksi listrik sebesar 6.885 GWh dari panas bumi.Proyek panas bumi lainnya yang sedang berjalan yaitu pembangunan unit baru untuk Salak unit 7 sebesar 40 MW, Wayang Windu unit 3 sebesar 30 MW, serta penambahan kapasitas Darajat unit 3 sebesar 7 MW, yang seluruhnya ditargetkan rampung akhir tahun ini.Dengan selesainya proyek-proyek ini, BREN akan mengoperasikan 1 GW kapasitas panas bumi serta 79 MW kapasitas tenaga bayu pada akhir 2026.Hendra Soetjipto Tan, Presiden Direktur Barito Renewables, mengatakan: “Kami berada dalam posisi yang sangat baik untuk merealisasikan target 1 GW kapasitas terpasang panas bumi. Hal ini menjadi tahapan penting bagi kami dalam mengantarkan energi baru terbarukan untuk Indonesia. Pencapaian ini merupakan bukti dari dedikasi dan komitmen kami dalam menjaga keunggulan operasional sebagai salah satu perusahaan EBT terbesar di Indonesia”

Komentar
Posting Komentar