Langsung ke konten utama

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membukukan pendapatan sebesar Rp9,93 triliun sampai dengan akhir Maret 2026,

 PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membukukan pendapatan sebesar Rp9,93 triliun sampai dengan akhir Maret 2026, yang mana relatif sama secara YoY. 

Meskipun volume penjualan turun 1% YoY, namun respon harga batu bara berbeda pada periode ini, yang mana Newcastle Index naik 14% YoY tetapi ICI-3 turun 2% YoY, berimbas pada penguatan harga jual rata-rata yang tercatat naik 1% YoY. 

Adapun untuk porsi penjualan sampai dengan akhir Maret 2026 ini, penjualan domestik tercatat sebesar 53%, sedangkan sisanya 47% merupakan ekspor. Pada akhir periode ini, lima negara tujuan ekspor terbesar ditempati oleh Vietnam, Bangladesh, India, Kamboja, dan Thailand.

Beban pokok pendapatan terealisasi sebesar Rp8,39 Triliun, atau turun sebesar 6% secara YoY. 

Penurunan ini seiring dengan penurunan volume operasional, baik produksi batu bara yang turun 22% YoY maupun angkutan yang juga turun 7% YoY. Selain itu, dari sisi stripping ratio juga tercatat lebih rendah di angka 5,31x dari pada periode yang sama tahun sebelumnya di angka 6,42x.

Adapun konflik di Selat Hormuz yang terjadi pada akhir Februari 2026 sudah mulai berdampak pada peningkatan harga BBM/liter, meskipun untuk periode ini masih relatif kecil (+3% YoY). Hal tersebut tentunya akan berdampak pada peningkatan biaya bahan bakar yang digunakan oleh Perusahaan, baik untuk kegiatan penambangan maupun angkutan kereta api.

Di samping itu, secara YoY, beban operasional naik sebesar Rp61,37 miliar atau 10% dari periode yang sama sebelumnya. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh adanya kenaikan di komponen beban umum dan administrasi.Perusahaan membukukan penghasilan keuangan sebesar Rp41,27 miliar, atau turun 17% YoY seiring dengan turunnya penghasilan bunga baik dari penempatan kas di bank dan deposito berjangka maupun dari penempatan obligasi. 

Biaya keuangan tercatat Rp54,04 miliar atau turun 20% YoY seiring dengan penurunan beban bunga dari pinjaman bank. Sedangkan bagian atas laba neto entitas asosiasi dan ventura bersama tercatat Rp 168,04 miliar, atau naik 81% YoY.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

SANKSI ADMINISTRATIF TERHADAP PT BANK NEO COMMERCE TBK

  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan ini mengumumkan hasil pengawasan atas kasus pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon oleh PT Bank Neo Commerce Tbk.  Dengan mempertimbangkan fakta dan informasi yang diperoleh dari pengawasan, OJK menetapkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I kepada PT Bank Neo Commerce Tbk Bank ini terbukti melakukan pelanggaran ketentuan Pasal 11 ayat (1) POJK Nomor 21/POJK.04/2021 tentang Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek, karena tidak melakukan kegiatan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak memperoleh surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dari OJK.  Dengan dibatalkannya surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I tersebut di atas, maka PT Bank Neo Commerce Tbk:  1. dilarang melakukan kegiatan ...

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...