Langsung ke konten utama

RMKO siapkan Rights Issue

 PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO IJ) perusahaan yang bergerak di bidang jasa pertambangan dengan infrastruktur terintegrasi, penyewaan alat berat, dan konstruksi,  sukses menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) bertempat di Wisma RMK. 

Rapat pada awal kuartal kedua 2026 ini, menandai langkah strategis dan komitmen manajemen untuk mengakselerasi pertumbuhan dan peningkatan efisiensi operasional perusahaan ke depannya. 

RUPSLB ini memiliki dua agenda utama yang krusial, yaitu persetujuan atas rencana aksi korporasi penambahan modal melalui mekanisme rights issue untuk mengoptimalkan infrastruktur dan peningkatan kinerja, serta perubahan susunan pengurus Perseroan guna memperkuat tata kelola dan kinerja keuangan Perseroan di masa mendatang. 

Dalam rapat yang berlangsung interaktif tersebut, para pemegang saham menyetujui dilakukannya aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 512 juta saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp100. 

Jumlah ini mewakili sebanyak-banyaknya 29,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD, yang seluruhnya akan disetorkan secara tunai. 

Seluruh dana yang diperoleh Perseroan dari aksi korporasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk modal kerja Perseroan. 

Selain itu, RUPSLB juga menyetujui perubahan penting dalam jajaran direksi Perseroan. 

Pemegang saham telah menyetujui pengangkatan dua direktur baru yang memiliki rekam jejak solid di bidangnya masing-masing. 

Pertama, pengangkatan Elbert sebagai Direktur Keuangan Perseroan. Elbert merupakan profesional yang memiliki rekam jejak panjang dan solid di bidang keuangan dan akuntansi.

 Beliau adalah lulusan sarjana akuntansi dari Universitas Tarumanagara dan sarjana hukum dari Universitas Esa Unggul, serta memiliki pengalaman luas di bidang keuangan. 

Sebelum bergabung dengan PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk, Elbert memiliki pengalaman di beberapa perusahaan ternama seperti KAP Imelda & Rekan (Member of Deloitte Touche Tohmatsu) dan PT Datang DSSP Power Indonesia (joint venture China Datang Corporation dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk). 

Kedua, pengangkatan Daniel Yosa sebagai Direktur Operasional Perseroan. Daniel merupakan profesional yang memiliki rekam jejak panjang dan solid di bidang pertambangan. 

Beliau adalah lulusan sarjana teknik dari Universitas UPN Yogyakarta. Sebelum menjabat sebagai Direktur di PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk, Daniel menjabat sebagai Operation General Manager di perusahaan yang sama. 

Beliau juga memiliki pengalaman di beberapa perusahaan ternama seperti PT Sapta Indra Sejati (Adaro Grup) dan PT Darma Henwa Tbk. 

Selain pengangkatan kedua anggota direksi baru, RUPSLB ini juga menyetujui pengangkatan William Saputra sebagai komisaris utama Perseroan serta pengangkatan William Saputra sebagai direktur utama Perseroan. 

Komisaris Independen PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk, Rokhmad Sunanto, menyampaikan bahwa rencana aksi korporasi ini akan secara signifikan memperkuat struktur permodalan, mendukung kebutuhan modal kerja, serta pengembangan usaha Perseroan. 

Rokhmad turut menyampaikan sambutan hangatnya atas pengangkatan anggota direksi baru. "Kami menyambut baik bergabungnya Elbert dan Daniel ke dalam jajaran Direksi PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk. Dengan pengalaman dan rekam jejak yang kuat di bidangnya masing-masing, kami yakin beliau akan membawa perspektif baru yang sangat berharga bagi Perseroan," ujar Rokhmad. Direktur Utama PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk, 

William Saputra, juga menambahkan, "Aksi korporasi ini mendukung RMKO untuk menggarap klien-klien baru grup, khususnya pada area bisnis di hulu, yaitu pertambang, hauling road, dan stasiun muat, serta memperkuat struktur permodalan sehingga memberi dampak positif terhadap kondisi keuangan,” ujar William. 

Lebih lanjut menurut William, langkah ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi infrastruktur grup yang telah terintegrasi dengan baik, sehingga dapat meningkatkan kinerja operasional dan keuangan, khususnya di segmen jasa pertambangan dan sewa, serta memperkuat struktur permodalan dan keuangan



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

SANKSI ADMINISTRATIF TERHADAP PT BANK NEO COMMERCE TBK

  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan ini mengumumkan hasil pengawasan atas kasus pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon oleh PT Bank Neo Commerce Tbk.  Dengan mempertimbangkan fakta dan informasi yang diperoleh dari pengawasan, OJK menetapkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I kepada PT Bank Neo Commerce Tbk Bank ini terbukti melakukan pelanggaran ketentuan Pasal 11 ayat (1) POJK Nomor 21/POJK.04/2021 tentang Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek, karena tidak melakukan kegiatan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak memperoleh surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dari OJK.  Dengan dibatalkannya surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I tersebut di atas, maka PT Bank Neo Commerce Tbk:  1. dilarang melakukan kegiatan ...

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...