Langsung ke konten utama

PT PP Presisi Tbk Raih Kontrak Baru Konstruksi Jembatan Box Culvert di Halmahera

PT PP Presisi Tbk (PPRE) kembali mencatatkan pencapaian positif dengan memperoleh kontrak baru dari PT Positon untuk pekerjaan konstruksi jembatan box culvert yang berlokasi di Halmahera, Maluku Utara. 

Perolehan kontrak ini semakin memperkuat posisi Perseroan dalam mendukung pengembangan infrastruktur di kawasan industri dan pertambangan strategis di Indonesia. 

Lingkup pekerjaan yang akan ditangani PPRE, meliputi earthwork, pavement, dan structure work. Proyek ini dirancang untuk menunjang konektivitas dan efisiensi operasional di wilayah tersebut, seiring dengan meningkatnya aktivitas industri pertambangan nikel di kawasan Halmahera. 

Direktur Utama PPRE, Bapak Rizki Dianugrah, menyampaikan bahwa perolehan kontrak ini mencerminkan kepercayaan berkelanjutan dari mitra kerja terhadap kapabilitas PPRE dalam menghadirkan solusi konstruksi yang andal dan terintegrasi. 

“Proyek ini menjadi bagian dari upaya kami dalam memperluas kontribusi pada pembangunan infrastruktur penunjang sektor pertambangan. Dengan pengalaman dan kompetensi yang kami miliki, PPRE optimis dapat menyelesaikan proyek ini secara tepat waktu, dengan kualitas yang terjaga,” ujarnya. 

Sementara itu, Vice President Corporate Secretary PPRE, Ibu Mei Elsa Kembaren, menambahkan bahwa kontrak ini memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan ke depan. 

“Perolehan kontrak ini tidak hanya memperkuat portofolio proyek PPRE, tetapi juga menjadi sinyal positif atas prospek pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Kami terus berkomitmen untuk menjaga disiplin operasional dan kualitas eksekusi guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya. 

Sejalan dengan visi PPRE sebagai perusahaan jasa pertambangan dan konstruksi terintegrasi yang terkemuka di Indonesia, PPRE secara konsisten mengedepankan sinergi, inovasi, dan efisiensi dalam setiap lini bisnisnya. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat fundamental perusahaan sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kinerja dan prospek jangka panjang perusahaan. Dengan tambahan kontrak ini, PPRE optimis dapat menjaga momentum pertumbuhan yang sehat serta terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional secara berkelanjutan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

SANKSI ADMINISTRATIF TERHADAP PT BANK NEO COMMERCE TBK

  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan ini mengumumkan hasil pengawasan atas kasus pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon oleh PT Bank Neo Commerce Tbk.  Dengan mempertimbangkan fakta dan informasi yang diperoleh dari pengawasan, OJK menetapkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I kepada PT Bank Neo Commerce Tbk Bank ini terbukti melakukan pelanggaran ketentuan Pasal 11 ayat (1) POJK Nomor 21/POJK.04/2021 tentang Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek, karena tidak melakukan kegiatan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak memperoleh surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dari OJK.  Dengan dibatalkannya surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I tersebut di atas, maka PT Bank Neo Commerce Tbk:  1. dilarang melakukan kegiatan ...

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...