Langsung ke konten utama

PT Petrosea Tbk mencatat total pendapatan sebesar US$886,46 juta

 PT Petrosea Tbk (IDX:PTRO), sebuah perusahaan multidisiplin dengan rekam jejak lebih dari lima dekade dalam menyediakan layanan terintegrasi melalui lini bisnis Jasa Pertambangan,

EPC, EPCI Minyak & Gas Lepas Pantai, serta Layanan Logistik & Dukungan, mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan

Pada tahun fiskal 2025, Petrosea memposisikan diversifikasi bisnis sebagai pilar strategis dalam memperkuat ketahanan dan memastikan kinerja yang berkelanjutan.

Melalui inisiatif ini,perusahaan tidak hanya memperluas aliran pendapatannya, tetapi juga mengurangi ketergantungannya pada satu segmen bisnis.

Strategi ini lebih lanjut membuka peluang pertumbuhan bisnis baru,memperluas jangkauan pasar di seluruh wilayah, serta meningkatkan daya saing Perusahaan di tengah dinamika industri yang semakin kompleks.

“Pencapaian ini mencerminkan efektivitas strategi Petrosea dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat fundamental kinerja di tengah berbagai tantangan.Selain itu, momentum ini menjadi fondasi yang kokoh bagi Perusahaan untuk mempertahankan keberlanjutan pertumbuhan ke depan, didukung oleh arah strategis jangka panjang yang berfokus pada penciptaan nilai berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan,” kata Michael, Direktur Utama PT Petrosea Tbk.

Dari perspektif kinerja keuangan, Perusahaan mencatat total pendapatan sebesar US$886,46 juta, meningkat 28,32% dibandingkan US$690,81 juta pada tahun sebelumnya.

Laba bersih mencapai US$35,01 juta, meningkat 251,75% dari US$9,95 juta pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan mencapai US$28,81 juta mencerminkan peningkatan sebesar 197,02% dari US$9,70 juta pada tahun 2024.

“Petrosea menyelesaikan akuisisi Hafar, HBS, dan Scan-Bilt sebagai bagian dari implementasi strategi diversifikasi untuk memperkuat ketahanan dan memastikan kinerja yang berkelanjutan.Setelah penyelesaian akuisisi Hafar, Perusahaan mendirikan lini bisnis EPCI Minyak & Gas Lepas Pantai yang baru, yang berfungsi sebagai fondasi awal untuk memperluas portofolio bisnisnya ke sektor minyak & gas lepas pantai,” kata Kartika Hendrawan, Direktur PT Petrosea Tbk.

Selain itu, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menyetujui Laporan Tahunan, termasuk laporan pertanggungjawaban Dewan Direksi dan laporan pengawasan Dewan Komisaris mengenai pelaksanaan dan pengelolaan Perusahaan untuk tahun keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2025.

RUPS juga memberikan mandat kepada Dewan Komisaris untuk tugas pengawasan mereka dan kepada Dewan Direksi untuk pengelolaan Perusahaan selama tahun 2025.

Sementara itu dikabarkan Presiden Direktur PT Petrosea Tbk Michael terpantau melakukan akumulasi beli atas saham PTRO. Michael membeli sebanyak 57.500 saham PTRO di harga Rp 5.400. Dus, Michael menggelontorkan Rp 310,50 juta. 

Adapun transaksi pembelian yang dilakukan pada 13 April 2026 ini bertujuan untuk investasi. Alhasil, kepemilikan Michael di PTRO meningkat menjadi 0,0211% atau setara dengan 2,13 juta saham. 

Sebagai pembanding, sebelum transaksi kepemilikan saham Michael di PTRO sebesar 2,07 juta saham. Jumlah tersebut setara dengan 0,0206% dari modal ditempatkan dan disetor. 

Sebagai informasi pada perdagangan 13 April 2026, PTRO ditutup menguat 11,63% di level Rp 6.000. Sepanjang hari ini (14/4/2026) saham PTRO ditutup dengan harha Rp 6650 perlembar





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

SANKSI ADMINISTRATIF TERHADAP PT BANK NEO COMMERCE TBK

  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan ini mengumumkan hasil pengawasan atas kasus pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon oleh PT Bank Neo Commerce Tbk.  Dengan mempertimbangkan fakta dan informasi yang diperoleh dari pengawasan, OJK menetapkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I kepada PT Bank Neo Commerce Tbk Bank ini terbukti melakukan pelanggaran ketentuan Pasal 11 ayat (1) POJK Nomor 21/POJK.04/2021 tentang Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek, karena tidak melakukan kegiatan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak memperoleh surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dari OJK.  Dengan dibatalkannya surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I tersebut di atas, maka PT Bank Neo Commerce Tbk:  1. dilarang melakukan kegiatan ...

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...