Langsung ke konten utama

Pemegang Saham Setujui Stock Split DSSA

 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (“DSSA”) memperoleh persetujuan dari para pemegang saham untuk melaksanakan pemecahan nilai nominal saham dengan rasio 1:25 (“Stock Split”) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa  

Rencana pemecahan saham ini merupakan bagian dari visi jangka panjang DSSA untuk menjadikan saham DSSA lebih terjangkau tanpa mengubah nilai ekonomi kepemilikan. 

DSSA secara optimistis berupaya membuka peluang akses yang lebih luas bagi calon investor yang ingin menjadi bagian dari perjalanan bisnis DSSA ke depan. 

Transformasi ini diharapkan tidak hanya mampu memperkuat struktur kepemilikan saham, tetapi juga membangun hubungan yang lebih inklusif dengan seluruh lapisan masyarakat pemodal di Indonesia. 

Presiden Direktur DSSA, L. Krisnan Cahya menyatakan bahwa kebijakan ini diambil untuk memberikan nilai tambah bagi pasar modal Indonesia. 

"Langkah ini kami ambil untuk meningkatkan jumlah lembar saham yang beredar agar harganya lebih terjangkau bagi berbagai kalangan investor. Dengan menjangkau basis investor yang lebih luas, kami berharap dapat lebih mendorong penguatan praktik tata kelola perusahaan yang serta lebih meningkatkan tanggung jawab dan akuntabilitas kami sebagai  perusahaan terbuka" ujar Krisnan.

Stock Split akan meningkatkan jumlah saham beredar secara proporsional dari 7.705.523.200 lembar saham menjadi 192.638.080.000 lembar saham, yang diharapkan dapat mendorong peningkatan volume perdagangan saham DSSA, menciptakan volume perdagangan harian yang lebih dinamis di pasar dan persepsi pasar yang lebih positif terhadap kinerja operasional serta nilai ekonomi DSSA.

Aksi korporasi ini akan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi dan perlindungan hak-hak pemegang saham. 

Pelaksanaan Stock Split dipastikan tidak akan mengubah hak suara maupun nilai ekonomi kepemilikan saham, melainkan hanya menyesuaikan jumlah lembar saham secara proporsional. 

Berikut adalah jadwal pelaksanaan aksi korporasi tersebut:

  • Pengajuan permohonan pencatatan saham tambahan hasil pelaksanaan Stock Split ke BEI: 26 Maret 2026
  • Keterbukaan Informasi sehubungan dengan pelaksanaan Stock Split : 1 April 2026
  • Akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi: 6 April 2026
  • Mulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi: 7 April 2026

DSSA akan menindaklanjuti hasil keputusan RUPSLB  dengan memproses administrasi pelaksanaan Stock Split. Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

DSSA menargetkan implementasi perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi dimulai secara efektif pada tanggal 7 April 2026.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk didirikan pada tahun 1996 dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009, 

DSSA adalah perusahaan energi dan infrastruktur terkemuka di Indonesia dan merupakan salah satu pilar bisnis Sinar Mas. 

Saat ini, DSSA memiliki empat lini bisnis utama, yaitu pertambangan, energi baru dan terbarukan, infrastruktur digital dan teknologi, dan bahan kimia. 

Melalui entitas anaknya, DSSA menyediakan beragam produk dan layanan, termasuk batu bara, listrik, layanan TV berbayar, layanan internet, layanan pusat data, dan bahan kimia. 

Dengan mengedepankan investasi strategis dan ekspansi berkelanjutan, DSSA berkomitmen untuk membangun nilai jangka panjang dan mendorong pertumbuhan bisnis yang berorientasi masa depan dan berkelanjutan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

SANKSI ADMINISTRATIF TERHADAP PT BANK NEO COMMERCE TBK

  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan ini mengumumkan hasil pengawasan atas kasus pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon oleh PT Bank Neo Commerce Tbk.  Dengan mempertimbangkan fakta dan informasi yang diperoleh dari pengawasan, OJK menetapkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I kepada PT Bank Neo Commerce Tbk Bank ini terbukti melakukan pelanggaran ketentuan Pasal 11 ayat (1) POJK Nomor 21/POJK.04/2021 tentang Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek, karena tidak melakukan kegiatan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak memperoleh surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dari OJK.  Dengan dibatalkannya surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I tersebut di atas, maka PT Bank Neo Commerce Tbk:  1. dilarang melakukan kegiatan ...

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...