Langsung ke konten utama

Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan 18 perusahaan untuk delisting

 Bursa efek Indonesia (BEI) menetapkan 18 perusahaan untuk delisting mulai tanggal 10 November 2026. Perusahaan tersebut 7 perusahaan pailit dan 11 lainnya. disuspensi.lebih dari 50 bulan. Selain itu ada juga 70 perusahaan  berpotensi delisting dan wajib buyback

Karena itu Saham tidak bisa lagi diperjualbelikan di pasar reguler,Perusahaan wajib membeli kembali saham (buyback) dari investor publik, terutama untuk voluntary delisting dan adRisiko penurunan nilai investasi jika harga tender offer rendah atau kondisi perusahaan sangat buruk.

Daftar emiten yang dinyatakan pailit Berikut tujuh emiten yang akan delisting karena berstatus pailit:

 PT Cowell Development Tbk (COWL) 

PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA) 

PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) 

PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS) 

PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT)

 PT Tianrong Chemicals Industry Tbk (TDPM) 

PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE)


Daftar emiten suspensi lebih dari 50 bulan Sementara itu, 11 emiten lainnya akan delisting karena mengalami suspensi perdagangan lebih dari 50 bulan: 

PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP) 

PT Sugih Energy Tbk (SUGI) 

PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) 

PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS) 

PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB) 

PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) 

PT Golden Plantation Tbk (GOLL) 

PT Polaris Investama Tbk (PLAS)  

PT Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT)

PT Polaris Investama Tbk (PLAS)

 PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL) 

 PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

SANKSI ADMINISTRATIF TERHADAP PT BANK NEO COMMERCE TBK

  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan ini mengumumkan hasil pengawasan atas kasus pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon oleh PT Bank Neo Commerce Tbk.  Dengan mempertimbangkan fakta dan informasi yang diperoleh dari pengawasan, OJK menetapkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I kepada PT Bank Neo Commerce Tbk Bank ini terbukti melakukan pelanggaran ketentuan Pasal 11 ayat (1) POJK Nomor 21/POJK.04/2021 tentang Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek, karena tidak melakukan kegiatan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak memperoleh surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dari OJK.  Dengan dibatalkannya surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I tersebut di atas, maka PT Bank Neo Commerce Tbk:  1. dilarang melakukan kegiatan ...

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...