Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) pada hari ini melaporkan hasil operasional dan laporan keuangan untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit.
Pendapatan operasional konsolidasi mencapai IDR 13,33 triliun, meningkat sebesar 4,6% year-on-year (yoy) untuk tahun 2025. EBITDA mencapai IDR 10,97 triliun, tumbuh sebesar 2,5%, sementara laba bersih (setelah kepentingan minoritas) mencapai IDR 3,678 triliun, meningkat sebesar 10,3% yoy.
TOWR Chief of Staff and Group Investor Relations, Bapak Hartono Tanuwidjaja menyatakan, "Manajemen selama tahun 2025 berhasil memiliki pencapaian pertumbuhan revenue, EBITDA dan laba bersih di tengah tengah kondisi industri dan makro yang menantang.
Manajemen memfokuskan ulang kepada keunggulan yang dimiliki dan menjalankan continuous improvements. Skala operasional yang sudah kami miliki, cost management yang ketat serta efisiensi terus kami jalankan.
Salah satu keunggulan TOWR adalah posisi sebagai salah satu penyedia infrastruktur telekomunikasi digital independen terbesar dengan layanan terlengkap di Indonesia. Hal ini membantu kami untuk menjadi solusi bagi operator telekomunikasi klien klien kami untuk beroperasi dalam berbagai kondisi termasuk dalam kondisi konsolidasi atau merger. Kondisi terakhir industri adalah merger antara XL Axiata dan SmartFren yang membuka peluang besar untuk pertumbuhan dengan ekspansi strategis ke 5G dan layanan yang makin baik lagi.
Sesudah konsolidasi terakhir di industri telekomunikasi, kami menilai ada beberapa hal yang dapat menjadi potensi perbaikan kepada industri telekomunikasi secara keseluruhan yang dapat menjadi harapan pertumbuhan di masa depan:
Pertama, konsolidasi industri dapat memperkuat disiplin penentuan harga. Karena sudah banyak investasi yang dikeluarkan oleh para perusahaan tetapi data yield di Indonesia masih cukup rendah di Asia, yang dapat memberikan ruang perbaikan untuk pertumbuhan seiring dengan kompetisi yang lebih sehat.
Kedua, digitalisasi kegiatan ekonomi yang semakin kuat. Lalu lintas data telah tumbuh sangat kuat selama bertahun tahun dan diperkirakan akan terus tumbuh dengan baik. Potensi rollout 5G juga dapat terus menjadi dukungan untuk kelanjutan tren ini.
Ketiga, Indonesia masih dalam tahap awal untuk pengadopsian Artificial Intelligence serta teknologi cloud, maka akan meningkatkan lalu lintas data yang mana sangat membutuhkan konektivitas yang lebih meningkat. Hal ini akan mendukung pertumbuhan lalu lintas serta kebutuhan infrastruktur seperti data center, fiber optic dan pembangkit listrik termasuk energi hijau terbarukan.
Keempat, para operator diperkirakan akan terus mengadopsi strategi keuangan “light asset” seperti tower, jaringan fiber optic, serta penyediaan tenaga bersih dan terbarukan.
Dengan layanan TOWR Group yang cukup luas dan dalam memainkan peran penting pada penyediaan infrastruktur, Manajemen TOWR cukup optimis akan dapat ikut tumbuh bersama dalam kondisi industri telekomunikasi yang semakin membaik dan terus tumbuh di masa depan, dan didukung oleh permodalan yang efisien.”


Komentar
Posting Komentar