Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatat pendapatan Rp 10,73 triliun pada 2025, turun 9,15% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 11,81 triliun.
Laba PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SCMB) sebelum pajak penghasilan turun menjadi Rp 939,12 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,01 triliun. Laba tahun berjalan turun 11,58% menjadi Rp 658,74 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 745,09 miliar.
Menanggapi bisnis pada 2025 tersebut, Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali menuturkan, 2025 menjadi momentum transformasi dalam sinergi bersama SIG selaku induk usaha untuk memperkuat resilensi di tengah tekanan industri.
Sebagai bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Solusi Bangun Indonesia melaksanakan strategi transformasi yang berfokus pada optimalisasi operational excellence, peningkatan pengelolaan pemasaran dan penjualan, serta program efisiensi biaya di berbagai lini untuk menjaga fundamental dan profitabilitas di tengah tekanan industri.
Strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten sejak semester kedua tahun 2025 tersebut, membantu Solusi Bangun Indonesia membukukan volume penjualan semen dan terak sebesar 12,1 juta ton pada 2025.
Program efisiensi yang dijalankan secara disiplin berkontribusi menurunkan beban keuangan sebesar 34,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Penguatan struktur permodalan dan percepatan pembayaran pinjaman, membuktikan ketahanan Perseroan dalam menjaga kesehatan neraca dan likuiditas Perseroan.
"Fasilitas dengan kapasitas ekspor 500 ribu hingga 1 juta ton semen ini ditargetkan untuk mulai operasional pada pertengahan tahun 2026,” ujar Rizki Kresno.Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia

Komentar
Posting Komentar