Langsung ke konten utama

CDI GROUP MEMBUKUKAN KINERJA FY2025 YANG SOLID

 PT Chandra Daya Investasi Tbk (“CDI Group”, “Perseroan”) [IDX: CDIA] telah merilis laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. 

Menanggapi hasil tersebut, Direktur Perseroan, Jonathan Kandinata, menyebutkan: “Tahun 2025 merupakan tonggak transformatif bagi CDI Group seiring keberhasilan kami bertransformasi menjadi perusahaan terbuka, dengan tetap mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang solid. Perseroan membukukan EBITDA sebesar US$ 118,8 juta (+288,0% YoY) dan laba bersih sebesar US$ 127,8 juta (+281,7% YoY), mencerminkan ketangguhan platform operasional serta disiplin dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan pada tahun pertama sebagai perusahaan publik. 

Selama tahun 2025, Perseroan juga menetapkan dividen interim untuk FY2025 sebesar US$ 10 juta, yang menegaskan komitmen kami dalam memberikan nilai kepada pemegang saham, sekaligus menjaga struktur permodalan yang prudent untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Sepanjang tahun 2025, CDI Group memperkuat basis permodalan dan akses pendanaan melalui berbagai sumber yang terdiversifikasi, termasuk penyertaan modal pemegang saham, pasar modal ekuitas, serta fasilitas perbankan domestik dan internasional. 

Sumber pendanaan tersebut mencakup tambahan dukungan modal dari Chandra Asri Group dan EGCO Group, dana hasil IPO pada Juli 2025, fasilitas dari Bank Danamon, BTN, dan yang terbaru, fasilitas US$ 100 juta dari Bangkok Bank—mencerminkan kepercayaan luas dari pemangku kepentingan ekuitas maupun kredit terhadap strategi jangka panjang Perseroan.

 Per tanggal 31 Desember 2025, Perseroan memiliki liquidity pool sebesar US$ 803,3 juta, memperkuat fleksibilitas finansial untuk mendukung ekspansi di seluruh pilar infrastruktur. Secara operasional, CDI Group mempercepat ekspansi dan integrasi platform infrastruktur. 

Perseroan meluncurkan dan mengembangkan bisnis logistik darat melalui akuisisi PT Barito Investa Prima (kini PT Chandra Investa Prima), membangun kapabilitas cold chain, dan menambah 50 truk untuk memperluas cakupan layanan. 

Perseroan juga memperkuat jejak infrastrukturnya melalui akuisisi aset gudang dan lahan di Cilegon serta pembangunan tiga tangki bitumen dengan total kapasitas 12.000 m³, sekaligus mendorong proyek strategis tangki penyimpanan dan pipa etilena yang didanai dari dana hasil IPO. Pada logistik maritim, CDI melanjutkan pembangunan dua kapal kimia berkapasitas 9.000 DWT dan meningkatkan kepemilikan di CSI dan MIM hingga 99,99%. 

Di sektor energi, kapasitas pembangkit surya Perseroan meningkat menjadi 11 MWp. Dengan platform infrastruktur terdiversifikasi yang mencakup energi, air, kepelabuhanan & penyimpanan, serta logistik, CDI Group memasuki 2026 dengan momentum yang kuat untuk terus mengembangkan ekosistem terintegrasinya. Berlandaskan fondasi yang telah dibangun pada FY2025,  tetap berfokus pada ekspansi yang disiplin, keunggulan operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

SANKSI ADMINISTRATIF TERHADAP PT BANK NEO COMMERCE TBK

  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan ini mengumumkan hasil pengawasan atas kasus pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon oleh PT Bank Neo Commerce Tbk.  Dengan mempertimbangkan fakta dan informasi yang diperoleh dari pengawasan, OJK menetapkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I kepada PT Bank Neo Commerce Tbk Bank ini terbukti melakukan pelanggaran ketentuan Pasal 11 ayat (1) POJK Nomor 21/POJK.04/2021 tentang Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek, karena tidak melakukan kegiatan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak memperoleh surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dari OJK.  Dengan dibatalkannya surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I tersebut di atas, maka PT Bank Neo Commerce Tbk:  1. dilarang melakukan kegiatan ...

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...