Langsung ke konten utama

APLN Mencatat Penjualan dan Pendapatan Sebesar Rp3,57 Triliun pada Tahun 2025

 PT Agung Podomoro Land Tbk ("kode saham: APLN" atau "Perusahaan"mencatat penjualan dan pendapatan sebesar Rp3,57 triliun pada tahun 2025. Pencapaian ini mencerminkan kemampuan.

Perusahaan untuk mempertahankan kinerja operasionalnya di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang masih menantang, sekaligus menunjukkan kontribusi berkelanjutan dari berbagai proyek properti dan portofolio aset komersial yang dimiliki oleh Perusahaan.

Sekretaris Perusahaan APLN, Justini Omas, menjelaskan bahwa kinerja perusahaan sepanjang tahun 2025 menunjukkan ketahanan model bisnisnya, yang didukung oleh kombinasi pengembangan proyek properti dan pengelolaan aset komersial yang menghasilkan pendapatan berulang.

“Kami terus mengoptimalkan setiap aset untuk menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Beberapa proyek properti juga mengalami peningkatan nilai yang signifikan, yang menguntungkan perusahaan,” jelas Justini Omas dalam pernyataan resmi pada Selasa (17 Maret).

Sepanjang tahun 2025, APLN mencatat pengakuan penjualan sebesar Rp2,21 triliun. Penjualan dari sektor perumahan menjadi kontributor utama, mencapai Rp1,06 triliun, diikuti oleh penjualan apartemen sebesar Rp588,18 miliar,dan penjualan lahan sebesar Rp247,18 miliar. Di segmen properti komersial, Perusahaan juga mencatat penjualan ruko sebesar Rp243,49 miliar.APLN mencatat pendapatan berulang sebesar Rp1,36 triliun dari bisnis hotel, pusat perbelanjaan, sewa, dan pendapatan lainnya.

APLN saat ini memiliki dan mengoperasikan beberapa hotel, termasuk Pullman Grand Central Bandung dan Hotel Indigo Bali Seminyak Beach, serta pusat perbelanjaan seperti Senayan City, Kuningan City, Baywalk Mall, Emporium Pluit Mall, Central ParkMall, Central Park 2, Festival Citylink, DeliPark Mall Medan, dan Plaza Balikpapan.

APLN mencatat juga laba kotor sebesar Rp1,47 triliun, turun dari Rp2,44 triliun pada tahun sebelumnya.

Penurunan ini sebagai akibat dari penjualan aset hotel Pullman Ciawi Vimala Hills Resort Spa &Convention pada tahun 2024.

Menurut Justini, penjualan pemasaran tercatat sebesar Rp1,41 triliun pada tahun 2025, yang berasal dari berbagai proyek unggulan yang dikembangkan di beberapa kota di seluruh Indonesia.

Ke depannya, Perusahaan akan terus memperkuat strategi pengembangan proyeknya untuk memenuhi kebutuhan pasar, khususnya di kawasan perumahan dan terpadu yang menawarkan nilai tambah bagimasyarakat.

“Kami melihat bahwa permintaan perumahan di kalangan kelas menengah tetap tinggi. Oleh karena itu,Perusahaan akan terus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen dan memastikan bahwa setiap proyek properti APLN dan memberikan nilai yang terus meningkat,” pungkas Justini.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar

  Laporan keterbukaan Bursa Efek Indonesia tentang PT Niramas Utama Tbk (JELI) dalan nomor surat Peng-UMA-00218/BEI.WAS/07-2026 tentang harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar. Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini diiinformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar (Unusual Market Activity). Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity (UMA) pada saham JELI, ingin menginformasikan bahwa Bursa Efek Indonesia saat ini sedang memantau pola transaksi saham tersebut. Oleh karena itu, para investor disarankan untuk: a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa; b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya; c. Meninjau kembali rencana aksi korporasi Perusahaan Tercatat apabila r...

OJK Cabut Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah Hasanah Mandiri

  Berdasarkan Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-57/D.03/2026 tanggal 16 Juli 2026 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah Hasanah Mandiri, Otoritas Jasa Keuangan mencabut izin usaha PT BPR Syariah Hasanah Mandiri yang beralamat di Jalan Cinere Raya, Blok D/102-B, Cinere, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, 16514, terhitung sejak tanggal 16 Juli 2026. Sehubungan dengan pencabutan izin usaha PT BPR Syariah Hasanah Mandiri tersebut: Seluruh kantor PT BPR Syariah Hasanah Mandiri ditutup untuk umum dan PT BPR Syariah Hasanah Mandiri menghentikan segala kegiatan usahanya. Penyelesaian hak dan kewajiban PT BPR Syariah Hasanah Mandiri akan dilakukan oleh Tim Likuidasi yang akan dibentuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Direksi, Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan/atau Pemegang Saham PT BPR Syariah Hasanah Mandiri dilarang melakukan segala tindakan hukum yang berkaita...

PT Pelangi Indah Canindo Tbk. kerjasama dengan POSCO

  Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia,Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO,Perseroan) nomor038/PIC/CS/VIII-2026 menjelaskan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara POSCO Suatu perusahaan yang berkedudukan di Republik Korea . dan PT Pelangi Indah ,perusahaam dari Indonesia Pada tanggal 20 Agustus 2026 di Jl. Daan Mogot Km. 14 No. 700, Kantor Pusat PT Pelangi Indah Canindo Tbk. Perseroan telah melaksanakan MoU Signing Ceremony antara POSCO and PT Pelangi Indah Canindo Tbk.  Melalui kerja sama ini, POSCO bertindak sebagai vendor utama yang menjamin stabilitas pasokan CRC standar global untuk lini produksi drum baja Perseroan.  Langkah strategis ini diambil guna memitigasi risiko fluktuasi harga komoditas dan memangkas biaya logistik rantai pasok. Efisiensi yang dihasilkan akan mernperkuat daya saing produk Perseroan.