PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) perkenalkan aplikasi
Travoy. Aplikasi ini mampu menyajikan
informasi kepadatan lalu lintas jalan tol secara real time dengan basis data
dari kamera dan radar.
Travoy adalah aplikasi super apps resmi dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang dirancang sebagai asisten digital untuk mempermudah perjalanan di jalan tol Indonesia secara real-time.
Fitur unggulannya meliputi
CCTV jalan tol, informasi tarif tol, lokasi rest area dan SPBU, derek online,
serta Panic Shake untuk keadaan darurat.
Aplikasi ini tersedia
di App Store dan Google Play untuk memastikan perjalanan aman, nyaman, dan
informatif.
Melalui aplikasi Travoy, pengguna dapat memantau kondisi
lalu lintas di seluruh ruas jalan tol Jasa Marga Group, termasuk mengetahui
apakah suatu ruas sedang mengalami kepadatan atau tidak. Travoy juga dilengkapi
fitur layanan transaksi tol.
Dengan melakukan registrasi kartu pembayaran di aplikasi,
pengguna dapat memperoleh informasi riwayat transaksi di seluruh gerbang tol
Jasa Marga Group tanpa harus menyimpan bukti fisik.
Selain itu, aplikasi ini turut menyediakan layanan bantuan
darurat. Pengguna dapat dengan cepat mengajukan permintaan derek atau towing
langsung melalui aplikasi saat menghadapi kendala di jalan tol.
Menurut Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantoro ,
Travoy dirancang sebagai asisten pribadi bagi pengguna jalan tol Jasa Marga
Group. Salah satu keunggulan utama Travoy terletak pada akurasi data kepadatan
lalu lintas.
Travoy juga menyediakan informasi pendukung perjalanan
seperti lokasi rest area, keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik
(SPKL), hingga titik rawan kecelakaan atau black spot.
Rencana Travoy ini diluncurka menjelang Lebaran.
700 gerbang tol melayani transaksi tanpa sentuh kartu
pembayaran
Pada tahun 2026 ini PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan
sebanyak 700 gerbang tol dapat melayani transaksi tanpa sentuh kartu pembayaran
atau e-toll.
Layanan dihadirkan melalui aplikasi Travoy dengan fitur
Travoy Go, yang memungkinkan kendaraan melintas tanpa harus berhenti di gerbang
tol.
Saat ini sudah terdapat 97 gerbang nirsentuh di wilayah
Jakarta dan sekitarnya. Jumlah tersebut akan terus ditambah secara bertahap
hingga mencapai target. Nantinya cukup kecepatan
20 kilometer per jam sudah bisa melakukan pembukaan secara otomatis menggunakan
Travoy Go.

Komentar
Posting Komentar