Langsung ke konten utama

PT Central Omega Resources Tbk Kuartal I-2026 dengan perolehan Laba Bersih sebesar Rp237 milia

 PT Central Omega Resources Tbk (“Perseroan”) mengumumkan pencapaian finansial yang kuat pada Kuartal I-2026 dengan perolehan Laba Bersih sebesar Rp237 miliar, tumbuh 74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Pertumbuhan ini didorong oleh strategi pemasaran yang adaptif dan disiplin dalam efisiensi biaya. Kinerja Operasi Produksi biji nikel Perseroan tercatat sebesar 554 ribu ton dan penjualan 755 ribu ton. 

Penurunan volume operasional ini merupakan penyesuaian untuk mematuhi ketentuan RKAB yang baru guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah. 

Keberhasilan menjaga profitabilitas di tengah penyesuaian volume ini merupakan hasil dari strategi bauran pemasaran, dengan komposisi penjualan Limonit sebesar 58% dan Saprolit 42%. Kinerja Keuangan 

Meskipun menghadapi tantangan operasional, kinerja keuangan Perseroan menunjukkan tren positif yang sangat kuat: 

• Pendapatan Penjualan: Mencapai Rp506 miliar, tumbuh 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Rp421 miliar). 

• Efisiensi Beban Pokok: Berhasil ditekan menjadi Rp175 miliar, turun 13% secara tahunan. • Laba Kotor: Meningkat 51% menjadi Rp331 miliar dari sebelumnya Rp219 miliar.

 • Laba Bersih: Mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 74% menjadi Rp237 miliar dibandingkan Q1-2025 yang sebesar Rp137 miliar. 

• EBITDA: Menguat ke angka Rp335 miliar, naik 57% dari Rp214 miliar pada tahun sebelumnya. 

Feni Silviani Budiman mewakili Direksi Perseroan menyatakan, fokus kami pada kuartal ini adalah kualitas pendapatan melalui optimalisasi bauran produk dan efisiensi biaya. Meskipun kami melakukan penyesuaian volume produksi mengikuti regulasi RKAB terbaru dari Pemerintah, fundamental keuangan kami tetap solid dan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pemegang saham

Sementara itu Sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada mata acara kedua, dengan ini diinformasikan bahwa Perseroan akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 kepada Pemegang Saham sebesar Rp390.310.636.625,- atau 68,06% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk.

Dividen yang akan dibayarkan akan diperhitungkan terlebih dahulu dengan pembayaran dividen interim yang sudah dilaksanakan

Pembayaran dividen akan dilaksanakan tanggal 12 Mei 2026

PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) bergerak dalam bidang perdagangan sumber daya pertambangan dan aktivitas penambangan melalui anak perusahaannya. 

Didirikan dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1995 sebagai PT Duta Kirana Finance, kemudian melakukan IPO 2 tahun kemudian. 

Namanya diubah menjadi yang sekarang pada tahun 2008, seiring dengan perubahan model bisnis menjadi pertambangan. 

Selama bertahun-tahun, perusahaan mengakuisisi beberapa perusahaan pertambangan dan mendirikan beberapa anak perusahaan untuk menjalankan dan mengembangkan bisnisnya. 

Wilayah operasinya meliputi; 2 tambang nikel dan 1 smelter nikel di Sulawesi Tengah, dan 2 eksplorasi tembaga/emas di Nusa Tenggara Timur dan Maluku Utara.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...