Langsung ke konten utama

DYAN Catat Pendapatan Rp1,219 Triliun dan Laba Bersih Rp30,870 Miliar di Tahun Buku 2025

 PT Dyandra Media International, Tbk (Dyandra) merupakan perusahaan induk (holding) dengan kode saham DYAN yang bergerak di industri Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE), hari ini (17/3) mengumumkan hasil kinerja laporan keuangan yang telah diaudit untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025. 


Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,219 triliun dengan laba bersih sebesar Rp30,870 miliar pada tahun 2025. 


Kontribusi pendorong utama masih dari segmen bisnis Event/ Exhibition Organizer. Kontribusi pendapatan dari bisnis event/ exhibition organizer senilai Rp977,6 miliar atau sebesar 80%, pendapatan terbesar kedua dari bisnis Convention & Exhibition Hall senilai Rp152,9 miliar atau sebesar 12%, kemudian pendapatan dari bisnis bisnis Hotel senilai Rp55,8 atau sebesar 5% dan terakhir dari bisnis pendukung Event senilai Rp38,8 miliar atau sebesar 3% dari total pendapatan. Hingga akhir 2025, aset DYAN tercatat Rp1,257 triliun yang terdiri dari aset lancar senilai Rp625,7 miliar dan aset tidak lancar senilai Rp630,9 miliar. Jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2024, total aset DYAN mengalami kenaikan 3,7%. Sedangkan total liabilitas mengalami kenaikan 0,6% menjadi Rp533,4 miliar. 

Faktor utama yang dihadapi DYAN di tahun buku 2025 adalah menurunnya permintaan akan pasar industri MICE baik dari asosiasi maupun korporasi, berkurangnya event order dari Pemerintah akibat efisiensi anggaran pemerintah (Inpres No. 1/2025)1 dan kondisi ekonomi global . 


Direktur Utama DYAN, Daswar Marpaung menyampaikan bahwa perseroan terus berupaya melakukan strategi bisnis yang terukur, salah satunya melalui penyelenggaraan IP event yang dinilai lebih sustain dan menguntungkan karena memiliki identitas, konsep, dan nilai kekayaan intelektual yang jelas serta dapat dikembangkan dalam jangka panjang. Fokus pada IP Event seperti pameran (IIMS, IFEX) atau festival (Projek-D) memberikan 

valuasi tinggi, fleksibilitas terhadap tren, dan potensi pertumbuhan pasar yang lebih besar. 


Saat ini Dyandra Group memiliki lebih dari 11 IP event, yaitu IIMS, IFEX, Indowood Expo, Projek-D, Deep Extreme Indonesia, Sunset di Kebun, Sunset di Pantai, FLOII, Halal Indo, Jakarta International Pet Show, Indonesia Women Fest dan lain-lain Manajemen juga terus melakukan efisiensi, Operating Expenses (Opex) perseroan di tahun 2025 tercatat senilai Rp329,1 miliar, turun 5% jika dibandingkan di tahun 2024 senilai Rp344,8 miliar. 


Hal ini menunjukkan komitmen manajemen dalam meningkatkan kinerja keuangan melalui pengendalian biaya yang terukur. 


Sepanjang tahun 2025, manajemen terus menjalin kemitraan strategis (aliansi) dengan berbagai pihak untuk memperluas pasar industri MICE. Selain itu, perseroan juga berupaya memberikan nilai tambah dan ruang gerak yang lebih nyaman dalam penyelenggaraan event seperti memindahkan penyelenggaraan event ke tempat yang lebih luas dan teraliansi dengan perseroan, seperti di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD. Manajemen juga optimis akan kinerja perseroan di Q1-2026 akan kembali menunjukkan perkembangan yang positif. 


Beberapa event besar telah diselenggarakan bisnis unit Dyandra Promosindo di awal tahun 2026 dan berhasil menuaikan sukses adalah IIMS dan IFEX yang menjadi indikator kuat reputasi Dyandra di industri MICE tanah air.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...